Home / Hot Movie / Syuting Video Klip, Stuntman Asal Australia Tewas

Syuting Video Klip, Stuntman Asal Australia Tewas

StuntmentSELEBHOT – Serikat Film dan Televisi Australia akan melihat soal keselamatan industri film dan televisi secara keseluruhan, setelah seorang pria tewas tertembak saat pembuatan video musik untuk kelompok hip hop asal Australia, Bliss n Eso.

Insiden yang terjadi di pusat kota Brisbane itu menewaskan aktor dan stuntman atau pemeran pengganti, Johann Ofner, 28 tahun, setelah dadanya ditembak dari jarak dekat. Polisi setempat menyebut “insiden kerja” itu terjadi di sebuah bar, Senin siang sebelum pukul 2 waktu setempat, dan paramedis mengatakan Johann memiliki dua luka yang menembus dadanya dan ditembak dari jarak dekat.

Rasa belasungkawa telah disampaikan pada mendiang Johann, yang memiliki anak perempuan. Pasangan dari Johann telah mengunggah fotonya bersama Johann di akun Instagram-nya. “Hari ini, cintaku telah diambil dari kehidupanku, dan saya masih tidak percaya ini terjadi,” tulisnya di caption fotonya.

Beberapa jam setelah kejadian, Bliss n Eso, kelompok musik hiphop Australia menyatakan kesedihan mereka atas insiden tersebut lewat jejaring sosial. Senin malam (23/01/2017), mereka mengatakan tidak berada di lokasi syuting saat terjadi insiden.

Dikutip Australianplus, ABC belum mengkonfirmasi jenis senjata yang digunakan dan peluru yang ditembakkan. Tapi ABC telah diberitahu oleh sumber lain bahwa peluru yang digunakan adalah jenis “blank round”, tapi ditembakkan dalam jarak sangat dekat sehingga menyebabkan dua luka. Jenis peluru ini sering digunakan di film-film atau para upacara-upacara militer.

Pakar senjata, John Bowring mengatakan peluru “blank” tetap berbahaya sehingga penggunaanya harus sangat diatur oleh para ahli. Sementara pakar senjata dalam film mengatakan sebagaian besar senjata api berbahaya dan membutuhkan bimbingan dari para pakar.

“Sesuai hukum, jika Anda memiliki senjata api, bahkan yang imitasi, harus memiliki lisensi senjata sesuai kode keselamatan film, yang mana terkait pada tindak keselamatan dan kesehatan,” kata Bowring.

Sebelum penembakan terjadi, Johann sempat mengunggah video pendek di Instastory-nya yang menunjukkan dua pistol dengan tulisan “faulty props”, atau “properti yang rusak”. Sementara, Zoe Angus, Direktur Nasional Aliansi Media, Hiburan, dan Seni Australia (MEAA) mengatakan dia akan memperhatikan secara seksama proses investigasi Kepolisian Queensland dalam insiden mematikan ini.

“Sepengetahuan kita, belum ada kasus kematian di masa lalu, ini karena kami memiliki standar yang sangat ketat soal keselamatan,” kata Zoe.

Dia mengatakan ada sejumlah langkah yang harus dipertimbangkan, jika senjata digunakan dalam proses pembuatan film di Australia.

“Perlu ada izin, pengguna atau pemilik senjata api membutuhkan lisensi dan memiliki kualifikasi, jika senjata akan digunakan, maka polisi perlu diberitahu di awal dan petugas keamanan akan dihadirkan untuk proses keselamatan. Jika ada aksi secara live, atau langsung dengan menggunakan senjata, maka koordinator stunt harus dilibatkan,” jelas Zoe.

Dia mengaku tidak tahu apakah protokol seperti ini sudah diikuti oleh pembuat video musik tersebut.

About ln

Check Also

Isi Soundtrack Film Buka’an 8, Payung Teduh Bikin Gebrakan Baru

SELEBHOT – Tepat sebulan jelang penayangan film ‘Bukaan 8’, Visinema Pictures mengumumkan lagu dari band ...

Film Iqro, Upaya Chanex Ridhall Pictures Satukan Isu Anak, Sains dan Religi

SELEBHOT – Masjid Salman ITB bersama dengan Salman Film Academy dan bersama Chanex Ridhall Pictures bersiap ...

Rio Dewanto Merilis Film Dokumenter Terkait Konflik Agraria di Langkat

SELEBHOT – Aktor Rio Dewanto merilis film dokumenter terkait konflik agraria di Langkat melalui youtube channel ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

www.selebhot.com